Iseng-iseng ngecek point rewards Citibank Debit Card saya, ternyata cuma 3,500 point lebih dikit. Cek baby cek doong ke citibank online. Ternyata untuk 3,500 point dapet reward ini: Compressing Bag 35 x 30 cm (1 pc) - Tamp and trimp up clothes - Air proof which avoid clothes from fungus - Plastic material - Suitable for traveling - Size : 35 x 30 cm - Weight : 0,1 kg - Colour : green, yelow, blue, pink
Dilihat dari gambarnya tertarik dong. Dengan point cuman 3.500? Dan baru aja buka rekening bulan Januari lalu? Akhirnya saya klik lah tombol konfirmasi untuk memesan produk ini. Lalu saya tunggu kiriman barangnya dengan senang hati :)
Hanya perlu kurang dari sebulan untuk menerima kirimannya, dan akhirnya barangnya sampai. Dan ini yang saya terima:
...dan isinya adalah...
Ahahahaha... ternyata saya dapet kantong plastik! Makasih ya citibank cup cup muah. Okay, mungkin saya salah mengartikan kata "compressing bag", maklum bahasa inggris pas pasan, hahaha... Buat citibank, boleh kasih ide ga? Lain kali pasang gambar nya produknya ya, jangan gambar contoh pemakaiannya doang, gimana?
*can't stop laughing my ass off*
PS:
Trus maksudnya ini apa ya: "Colour : green, yelow, blue, pink" *ROTFLMAO*
Hey there.... udah lama ga update blog ini. So here's the update :P
Tanggal 5 maret lalu adalah hari ulang tahun Indira yang ke-3. Rencananya ulang tahun kali ini hanya akan dirayakan di sekolah. Agak ragu awalnya, tapi melihat Indira sudah mulai kelihatan senang dengan sekolah barunya, maka diputuskan lah ulang tahun kali ini dirayakan di sekolah saja. Pertimbangan utamanya karena untuk anak seumur Indira tentunya akan lebih menyenangkan kalau ulang tahunnya dirayakan dengan teman-temannya yang sudah dia kenal tentunya. Pertimbangan lainnya adalah tentunya akan jauh lebih hemat, hehe.. *teteup ujung-ujungnya duit*.
Indira memutuskan tema ulang tahun kali ini adalah "Winnie The Pooh", oya, ini Indira sendiri yang memutuskan. Tidak seperti ulang-tahun2 sebelumnya, kali ini Indira cukup mengerti dengan arti "ulang tahun", meskipun pengertiannya baru sebatas bahwa ulang tahun berarti ada kue, ada tiup lilin, dan ada kado hahaha (for this one, don't expect too much please, dear...:)). Keputusan ini sangat tepat tentunya, karena Winnie The Pooh tidak mengenal gender, semua anak laki-laki atau perempuan pasti senang dengan sosok beruang lucu penggemar madu itu.
Sebenarnya ulang tahun Indira yang jatuh pada hari Sabtu bertepatan dengan jadwal sekolahnya yaitu setiap hari Rabu dan Sabtu. Sayangnya, tanggal 5 Maret bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, yang mana artinya sekolah libur pada hari itu. Akhirnya terpaksa perayaan ulang tahun di sekolah diundur hingga Sabtu berikutnya yaitu tanggal 12 Maret 2011.
Sampai dengan hari Sabtu lalu, persiapan yang sudah dilakukan baru pada kue ulang tahun, kartu undangan, name tag untuk goodie bag, cupcakes, dan cake untuk ibu-ibu guru dan staf di sekolah. Semuanya bertema Winnie The Pooh kecuali cake untuk ibu guru dan staf sekolah.
Untuk kue ulang tahun, saya pesan di Kotak Kue, toko kuenya Ida (twitter: @ida_baik), teman saya. Ini contoh gambar kuenya :)
Sampai Sabtu lalu, hari ulang tahun Indira, baru itu saja yang dipersiapkan/dipesan untuk perayaan di sekolah.
Cukup dulu dengan persiapan perayaan di sekolah, hari itu kami sekeluarga merayakan ulang tahun Indira kecil-kecilan, hanya kami bertiga dengan Mbak Yatin. Kita makan-makan di Hongkong Cafe (HKC), Thamrin, lalu tiup lilin diatas cake kecil.
Lalu menghabiskan waktu seharian di Giggle The Fun Factory di FX Lifestyle Center.
Sampe bapaknya ikut-ikutan main juga dan kesenengan, hahaha...
Main basah-basahan juga di Waterworks...
Sampe malem dan akhirnya kecapean plus kelaparan, dan terdampar di cafe cartel, FX Plaza.
Nah sekarang tinggal mikirin siapin goodie bag nya deh. Will update soon. Cheers!
Bulan ini Indira untuk pertamakalinya masuk ke sekolah barunya, Taman Kreativitas Anak Indonesia (TKAI). TKAI ini dibentuk oleh DR. Rose Mini A. Prianto (Bu Romy), psikolog pendidikan. Orang-orang mungkin kenal Bu Romy dari Akademi Fantasi Indosiar (AFI), karena beliau salah satu pembimbing psikologi peserta AFI. Indira masuk ke kelas Taman Bermain (playgroup) - Kecil, untuk umur 2-3 tahun. Pertemuan ke-4 pertama Indira di sekolah itu, bertepatan dengan acara outbond sekolah yang mana diadakan di sekolah itu juga yang memang memiliki lahan yang luas dan memiliki fasilitas peralatan outbond. Dalam acara itu Indira mencoba Flying Fox, berjalan di papan titian, melompat di trampolin, memasuki terowongan dan memanjat tali jala. Alhamdulillah semuanya lancar, dan Indira tidak menangis sepanjang acara tersebut. I'm so proud of her :)
Ah senangnya Indira dapet mainan baru: Thomas n Friends with wooden tracks! Dan ya, ngga cuman buat anak cowo kok, anak perempuan juga boleh dong mainin ini, hehehe. Seperti kata Bapaknya Indira, imaginasi tidak memandang gender. Totally agree with that.
Oh ya, mainannya ga baru, kita dapet dari garage sale boss nya bapaknya Indira yang berkebangsaan Australia dan sebentar lagi akan pindah kembali ke kampung halamannya. Lumayan juga harganya, jauh dibawah harga barunya, hehehe... Alhamdulillah... Masih lengkap 52 pcs, dan kemarin langsung serah terima :P.
Malamnya kita semua, termasuk bapaknya Indira, Mbak nya Indira dan Indira sendiri sibuk masang rel kayu ini. Hasilnya lumayan lah, hehehe...
Indira seneng banget maininnya :)
Nanti kita bikin yang lebih bagus ya, yang kaya begini...
Seneng banget liat anak ini, Suri Cruise. Cantik, lucu, fashionable :). Saking terobsesinya, sampe sering bolak-balik liat fashion blog buatan salah satu fans Suri Cruise disini. Check out her style:
...dan ekspresi nya yang ngegemesin...
...sampe-sampe dress polkadot nya suri yang jadi inspirasi dress polkadotnya indira ini...
...dan botol susunya gw contek dan gw beli buat Indira, hahaha...
...payungnya juga...
...tapi untuk lipstick dan high heels, hell no... (sorry, cruise :p...)
Sore,sy zr.putri mau mengingatkan bahwa bsk pagi Indira ada jadwal imunisasi (MMR) pukul 9-11,thx n harap confirm
Hampir aja kelupaan jadwal vaksin MMR Indira. Tentang vaksin ini sempet ada pro-kontra karena pernah ada issue bahwa vaksin ini memicu autisme. Setelah saya baca-baca ternyata studi baru memberikan bukti bahwa vaksin ini tidak berhubungan dengan resiko autisme. Vaksin MMR adalah vaksin untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubela. Biasanya diberikan untuk anak diatas usia 1 (satu) tahun.
Vaksin ini pernah dihubungkan dengan resiko autisme kira-kira sepuluh tahun yang lalu ketika ada seorang dokter di Inggris yang melakukan penelitian kepada 12 orang anak. Saat itu penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa Vaksin MMR merupakan salah satu pemicu autisme.
Tetapi setelah itu banyak studi yang dilakukan dan ternyata mematahkan teori itu. Yang terbaru telah dilakukan penelitian terhadap 96 orang anak usia 2- 15 tahun, dan hasil nya tetap disimpulkan bahwa vaksin MMR dan autisme tidak memiliki hubungan satu sama lain. Peneliti membandingkan sekelompok anak yang diberikan vaksin MMR dengan sekelompok anak yang tidak diberikan vaksinasi, dengan jenis kelamin yang sama, dan sama-sama sehat. Hasilnya ditemukan tidak ada bukti peningkatan resiko autisme dengan vaksinasi tersebut.
Ini akhirnya memberikan saya keyakinan untuk memberikan vaksinasi MMR untuk Indira. Doakan kami! *takeshi-castle-mode-on*
Ternyata ga mudah untuk ngajarin potty/toilet training apalagi kalau untuk ibu-ibu bekerja full time. Indira sudah coba beberapa kali lepas diaper sejak umur 18 bulan, dan sampai sekarang masih saja belum berhasil. Yang saya baca dari suatu buku, potty training akan lebih mudah dilakukan ketika usia bayi sekitar umur 18-24 bulan. Tapi ada beberapa tanda lagi yang menunjukkan apakah anak kita sudah siap untuk potty/toilet training. Tanda-tanda tersebut antara lain:
Sudah bisa berjalan dengan stabil
Setiap buang air kecil jumlah nya cukup banyak
Ketika menggunakan diaper, setidaknya ada masa selama 3-4 jam dimana diapernya selalu kering, ini menunjukkan otot kandung kemih nya sudah berkembang untuk menahan buang air kecil
Poopie (BAB) di saat-saat tertentu dan waktunya cukup teratur.
Sudah bisa duduk dengan benar
Menunjukkan gejala mulai tidak nyaman dengan diaper basah/kotor
dll.
Pada dasarnya sih Indira udah cukup siap secara fisik, tinggal latihannya. Ini bagian yang paling sulit. Untuk latihan ini diperlukan konsistensi yang amat sangat dan kesabaran tingkat tinggi. Konsistensi, karena dalam potty/toilet training, sebisa mungkin diusahakan untuk tidak menggunakan diaper sama sekali pada waktu-waktu tertentu. Kesabaran tentu saja, karena pada awalnya anak akan buang air kecil dan buang air besar di sembarang tempat yang bisa saja di tempat-tempat yang tidak terduga sama sekali.
Mengingat Indira sudah lewat 2 tahun dan saya ibu bekerja full-time dari Senin hingga Jumat setiap minggunya, kedua hal ini berat sekali untuk kami. Hampir desperate, tapi harus dilakukan.
Saat ini saya menggunakan metode lepas diaper di siang hari. Di malam hari, agar tidak mengganggu jadwal tidurnya (Indira juga bermasalah dengan disiplin waktu tidur, selalu ingin main sampai larut malam), tetap dipergunakan diaper kira-kira beberapa waktu sebelum jam tidurnya. Sudah seminggu ini progress nya berjalan sangat lambat. Dari 10 kali buang air kecil, mungkin hanya 3 kali Indira bisa bilang "mau pipis" sebelum benar-benar buka celana dan duduk di potty nya atau di dalam toilet. Sisanya, berantakan dimana-mana (if you know what I mean).
Masih coba browsing-browsing cara yang paling efektif untuk mengajarkan potty/toilet training. Sepertinya kalau dalam waktu seminggu ke depan progressnya tidak bertambah, harus ganti strategi nih :(
Mungkin ini yang namanya penyakit shoppaholic tingkat rendah. Beberapa hari yang lalu terjadilah, mesin cuci kami yang sudah dipake sejak kami menikah tiba-tiba ngadat dan ngga mau nyala sama sekali. Sudah coba minta reparasi, ternyata biaya reparasinya 1,3 juta ajah karena yang rusak adalah semacam motherboard nya kalo di PC mah. Males aja gitu ngeluarin 1,3 juta buat reparasi doang, iya kalo bener tahan lama, kalo rusak lagi kan bangkrut namanya. Itu artinya kita harus beli mesin cuci baru. Entah kenapa ada perasaan sedikit senang bakalan ada barang baru di rumah, mungkin ini namanya shopaholic stadium awal kali ya? Padahal kalo dipikir-pikir bukannya harusnya kesal ya, harus keluar uang lagi. Aneh memang gue ini....
Akhirnya pilihan jatuh pada mesin cuci ini: LG Top Loader Washing Machine with Luxurious Fiore Design, kapasitas 8.5kg. Mudah-mudahan yang ini bisa tahan lebih lama dari yang sebelumnya. So, bye bye mesin cuci lama, hari ini kamu akan digantikan oleh yang baru, kami tidak akan melupakan mu
Dalam 72 jam pertama dalam hidupnya bayi dapat bertahan tanpa makanan/minuman apapun. Mengapa hal ini dapat terjadi?
Bayi baru lahir, memiliki cadangan makanan di dalam tubuhnya yang diperoleh dari plasenta selama berada di rahim ibu. Oleh karena itu, bayi baru lahir tidaklah memerlukan makanan/minuman apapun. Satu-satunya zat yang ia perlukan ketika baru lahir adalah kolostrum (ASI awal) yang akan menjadi imunisasi pertamanya, karena berfungsi untuk melapisi dinding usus bayi (yang sel-selnya belum rapat) menjadi tertutup dan akhirnya rapat.Seringkali banyak ibu yang bertanya. Di hari keberapa sebenarnya kolostrum diproduksi? Mengapa di hari-hari awal kelahiran, ASI tidak keluar? Bukankah jika bayi tidak diberi minum ASI dalam 72 jam pertama akan kelaparan?
Sebenarnya, ASI yang berbentuk kolostrum diproduksi pada trimester kedua kehamilan (minggu ke-16), dan terus diproduksi sampai hari ‘H’ kelahiran. Pada sebagian ibu, terkadang kolostrum sudah keluar pada trimester ketiga, tetapi pada banyak ibu kolostrum baru keluar pada hari ke-2 atau ke-3 setelah kelahiran. Kedua hal ini adalah normal, karena pada 48 – 72 jam pasca kelahiran, tubuh ibu mulai meningkatkan produksi ASI, sehingga ibu merasakan ‘sensasi ASI’, dimana payudara mengencang dan mengeluarkan kolostrum.
Oleh itu tak perlu khawatir, jika ASI/kolostrum belum keluar di hari 1 atau ke-2 setelah kelahiran. Hal ini dikarenakan jumlah kolostrum yang sangat sedikit (karena sesuai kebutuhan bayi) dan warnanya yang bening atau kekuningan, sehingga membuat keluarnya kolostrum tidak terasa/terlihat oleh ibu. Ini jugalah yang menjadi alasan mengapa bayi baru lahir tidak perlu diberikan makanan/minuman selain ASI. Dengan skin-to-skin contact yang sering dan bayi berada satu ruangan dengan ibu, akan mempercepat keluarnya ASI/kolostrum, sehingga proses menyusui dapat semakin lancar. Semakin sering ibu menyusui bayinya di hari-hari pertama setelah kelahiran, semakin banyak kolostrum yang diperoleh bayi, dan semakin banyak produksi ASI ibu.
Sumber: Sisca Baroto Utomo - AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia)
ASI vs FORMULA: BUKAN TANDINGAN By Erfi Nizar on October 20th, 2008 diterjemahkan dari artikel Suck on This!
ASI adalah makanan ‘hidup’ yang memiliki sel hidup, hormon, enzim aktif, antibodi dan paling kurang 400 kompenen unik lainnya. ASI merupakan substansi yang dinamik, komposisinya berubah dari awal sampai ke akhir pemberian dan tergantung dari umur dan kebutuhan bayi. Dikarenakan ASI juga menghasilkan daya tahan aktif, setiap bayi menyusu maka ia akan menerima perlindungan dari penyakit.Dibandingkan dengan substansi ajaib ini, susu buatan yang dijual sebagai formula untuk bayi tidak lebih dari ‘junk food‘. Ini juga satu-satunya makanan buatan pabrik yang dianjurkan untuk manusia mengkonsumsinya secara eksklusif dalam priode bulanan, walaupun kita tahu bahwa tidak ada satu manuasia pun yang diperkirakan akan tetap sehat dan thrive selama mengikuti makanan yang diproses oleh pabrik.
LEMAK
ASI:
Kaya akan pembangunan otak omega-3, yang disebut, DHA dan AA. Mencocokan secara langsung dengan kebutuhan bayi; levelnya menurun dengan bertambah besarnya bayi. Kaya akan kolesterol; hampir semuanya terserap oleh tubuh. Mengandung enzim lipase fat-digesting
SUSU FORMULA:
Tidak ada DHATidak menyesuaikan dengan kebutuhan bayiTidak ada kolesterolTidak terserap semuaTidak ada lipase
Note: Gizi yang paling penting dalam ASI; tidak adanya kolesterol dan DHA dapat memaparkan anak sejak dini pada penyakit jantung orang dewasa dan CNS. Lemak yang tertinggal, tidak terserap oleh tubuh menyebabkan bau yang tidak sedap pada BAK dan BAB bagi bayi formula
PROTEIN
ASI:
Air dadih yang empuk dan dapat dicerna lebih mudah. Lebih banyak diserap secara keseluruhan; lebih tinggi pada ASI ibu yang melahirkan sebelum waktunya. Lactoferrin untuk kesehatan usus. Lysozyme, sebuah antimicrobial. Kaya akan komponen protein untuk otak dan pertumbuhan tubuh. Kaya akan faktor pertumbuhan. Berisikan protein penyebab kantuk
SUSU FORMULA:
Dadih yang lebih susah dicernaTidak dicerna secara keseluruhan, jadi banyak sisa, berat untuk ginjalSedikit atau tidak ada lactoferrinTidak ada lysozyme. Kurang atau tidak cukupnya protein pertumbuhan otak dan tubuh.Kurangnya factor pertumbuhanMengandung sedikit protein penyebab kantuk
Note: Bayi tidak alergi terhadap protein susu manusia
KARBOHIDRAT
ASI:
Kaya akan oligosaccharide, yang menyehatkan usus.
SUSU FORMULA:
Tidak ada laktosa dibeberapa formulaKurangnya oligosaccharide
Note: Laktosa penting bagi perkembangan otak
KEKEBALAN TUBUH
ASI:
Jutaan sel darah putih hidup, dalam setiap pemberianKaya akan immunoglobulins
SUSU FORMULA:
Tidak ada sel darah putih hidup maupun sel lainnyaTidak ada keuntungan kekebalan tubuh Note: Menyusui memberikan perlindungan aktif dan dinamik dari segala macam infeksiASI dapat dipakai untuk mengurangi berbagai macam masalah kesehatan eksternal seperti ruam popok dan belekan
VITAMIN DAN MINERAL
ASI:
Gampang diserapZat besi 50–75% diserapMengandung lebih banyak selenium (sebuah antioxidant)
SUSU FORMULA:
Not absorbed as well Zat besi 5–10% diserapMengandung lebih sedikit selenium (sebuah antioxidant)
Note: Zat gizi di formula susah untuk diserap. Untuk mengimbangi, banyak gizi yang ditambahkan ke dalam formula, membuatnya lebih susah untuk dicerna
ENZIM & HORMON
ASI:
Kaya akan enzim yang gampang dicerna seperti lipase dan amylase.Kaya akan banyak hormon seperti thyroid, prolactin dan oxytocin.Rasanya beragam sesuai dengan konsumsi makanan ibu, sehingga membantu anak menyesuaikan diri dengan makanan sehari-harinya.
SUSU FORMULA:
Aktifitas proses membunuh enzim pencernaanAktifitas proses akan membunuh hormon, yang pada mulanya bukan komponen kehidupanRasanya selalu sama
Sekitar £350 (Rp 5.5 juta) per tahun untuk makanan tambahan untuk ibu apabila gizi sang ibu kurang baik
SUSU FORMULA:
Sekitar £650 (Rp 10 juta) per tahun. Sampai dengan £1300 (Rp21 juta) per tahun untuk susu formula hipoalergenik. Pengeluaran tambahan untuk botol dan kebutuhan lainnya. Kehilangan pendapatan jika orang tua harus berada di rumah untuk merawat bayi yang sakit.
Note: Di Inggris, NHS mengeluarkan £35 juta (Rp 600 milyar) tiap tahunnya hanya untuk mengobati gastroenteritis bagi bayi yang memakai botol. Di Amerika, perusahaan asuransi membayar $3.6 milyar (Rp 35 triliun) untuk pengobatan penyakit pada bayi yang memakai botol ---------------------------- Artikel ini boleh diambil dan disebarluaskan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari AIMI, dengan syarat bahwa TIDAK digunakan dalam rangka pelanggaran Kode Etik WHO mengenai makanan-makanan pengganti ASI.
Source: AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) - www.aimi-asi.org
Baru sadar, seharusnya bulan lalu saya control ke dokter sekalian test papsmear. Bener-bener lupa, nyadar-nyadar udah lewat sebulan. Mungkin alam bawah sadar saya nolak, karena deep down inside saya agak-agak takut nih melakukan test itu. Hmmm... ada yang udah pernah? Boleh di share dong disini... hehe...
Ulang tahun Bapaknya Indira sebenernya udah dari Oktober lalu, sayang waktu itu waktu dan keadaan keuangan sedang tidak memadai untuk memberikannya kado ulang tahun. Akhirnya di Januari ini, saya bisa memberikan kado buat suami tercinta: jam tangan Fossil Analog Black Dial yang keren ini. Begitu melihat jam ini, saya langsung jatuh cinta, begitu juga suami... Dan memang, it surely looks good on him ;). Ada yang kebingungan ngasih kado ulang tahun buat suami? Boleh ditiru nih kalo mau :)
Lagi iseng2 nih ikutan lomba foto "anak dan kesayangan" yang dibuat oleh salah satu online store. Seneng aja ikut2 yang beginian, apalagi Indira bentar lagi ulang tahun yang ke-1. Sooo... Vote buat Indira yaaa....
Mohon waspada Demam Berdarah yang sekarang lagi mewabah. Indira(11 bulan) mulai demam sejak hari Rabu malam (4 Feb 2009). Panasnya waktu itu hampir 38. Ini kedua kalinya seumur hidup Indira mengalami demam (selain demam karena imunisasi tentunya). Demam yang pertama kali di bulan Januari, Indira hanya saya kasih paracetamol "Naprex", alhamdulillah tidak sampai 2 hari sudah turun demamnya. Kali ini saya pikir hanya demam seperti waktu itu, diberi Naprex, tidak sampai 2 hari akan sembuh. Ternyata sampai dengan Jumat sore demam Indira tidak kunjung turun. Malam itu juga saya bawa Indira ke dokter. Panasnya sudah mencapai 39 derajat celcius.
Dokter mendiagnosa Indira demam disebabkan radang tenggorokan, karena pada saat itu di cek tenggorokannya merah. Karena Naprex tidak mempan, Indira diberi ibuprofen yang harusnya lebih ampuh, berikut obat dan antibiotik untuk radang tenggorokan (entah kenapa feeling saya mengatakan untuk tidak memberikan Indira antibiotiknya) . Sampai dengan keesokan harinya, hari ke-3, demam Indira tidak kunjung berhenti, hanya turun sebentar saat ibuprofen bekerja, setelah itu kembali demam. Beruntung saya memiliki DSA yang dapat dihubungi setiap waktu. Saya SMS DSA saya, dan beliau menganjurkan test darah.
Ternyata dengue nya negatif, namun trombosit telah berada di titik normal bawah yaitu 160.000. Menurut DSA, kadang dengue bisa muncul positif di hari ke-5 setelah mulai demam, jadi kemungkinan DBD belum bisa 100% dieliminasi. Sementara hasil test darah menunjukkan juga bahwa salmonella positif, sehingga ada kemungkinan juga typhus. Malam itu juga Indira di rawat di RS. Dokter menginstruksikan Indira untuk di infus, namun suster tidak berhasil menemukan pembuluh darah Indira. Sakit sekali hati saya melihat Indiria kesakitan ditusuk2 jarum infus tanpa sedikit pun menembus pembuluh darahnya, saya menenangkan tangisan Indira sambil menangis. Saya mohon untuk berhenti sebentar, saya bawa Indira keluar dari ruangan UGD sejenak untuk menenangkannya. Syukur alhamdulillah, dokter jaga memutuskan untuk menunda pemasangan infus dan menunggu test darah berikutnya. Saat itu juga saya berniat untuk memberikan asupan cairan sebanyak-banyaknya kepada Indira sampai saatnya test darah selanjutnya, agar dia tidak perlu di infus. Saya tau sakitnya, dan tidak dapat membayangkan apabila dilakukan terhadap bayi berumur kurang dari 1(satu) tahun
Sayangnya malam itu, karena kelelahan, Indira tidur lelap sekali. Agak sulit bagi saya untuk menyusuinya dan mengejar target 300cc dalam kurun waktu 12 jam sampai pemeriksaan darah berikutnya. Paginya pukul 10 pagi (hari ke-4) Indira kembali test darah. Trombosit Indira turun sebanyak 20.000 menjadi 141.000, dibawah normal. DSA memberikan waktu untuk Indira sampai test darah berikutnya, pukul 10 malam, apabila trombosit turun lagi, maka mau tidak mau Indira harus diinfus. Saking takutnya, saya terus menyusui Indira tanpa henti, bagitu payudara terasa kosong, saya keluarkan semua stock ASI Perah saya di kulkas dan saya berikan pada Indira. Hanya cairan yang bisa membantu menaikkan kembali Trombosit Indira.
Malamya, test darah yang ketiga, alhamdulillah, trombosit Indira mulai merayap naik, kali ini naik sebesar 2.000 saja menjadi 143.000. Alhamdulillah Indira tidak perlu di infus. Terus saya keluarkan stock asip saya dan menyusui indira. Keesokan harinya (hari ke-5), sore hari, kembali dilakukan test darah, trombosit kembali naik sebesar 2.000 menjadi 145.000. Alhamdulillah Indira diperbolehkan pulang keesokan harinya! Masa kritis sudah lewat, trombosit belum mencapai normal namun sudah mulai merayap naik.
Syukur alhamdulillah Allah memberikan saya ASI yang cukup untuk Indira, mempertemukan kami dengan DSA yang bagus, dr Attilla Dewanti, SpA, menunjukkan jalan saya ke Brawijaya Women & Children Hospital, dengan staf2 dan suster2 yang tidak hanya ramah namun sangat kompeten. Indira sekarang sudah mulai kembali ceria dan dinyatakan sembuh. Saat ini saya masih menyusui Indira sebanyak-banyaknya. Hanya itu yang bisa saya lakukan, dan berdoa agar indira bisa kembali sehat seperti sedia kala.
Kamis malam, 23 Oktober 2008, saya sedih dan panik banget. Malam itu Indira (7m2w4d) jatuh dari kasur... Iya, kasur, bukan tempat tidur, soalnya memang dari awal saya udah mengantisipasi hal ini, jadi kasur saya nongkrong langsung di lantai, ngga pake casing/dipan. Nah tapi.... meski udah tanpa dipan/tempat tidurnya, tetep aja yang namanya spring bed kan tinggi tuh, dan Indira jatuh dari situ pas lagi tidur. .
Ceritanya gini, hari itu saya pulang kantor agak malem, dan emang ngga enak badan pula. Nah pulang kantor seperti biasa saya mandi, bersih2 trus nyusuin Indira. Pas Indira udah mulai kleyep2 5 watt, saya keingetan kalo sisi bed yang satunya lagi belum saya palangin (biasanya saya palangin pake bantal gede). Tapi udah tanggung, Indira lagi nempel di nipple saya dan udah mulai merem2. Kalo saya bergerak pasti bangun deh dia. Makanya saya putusin nanti aja malanginnya pas dia udah tidur beneran, lagian jarak Indira ke sisi bed yang satunya lagi itu masih jauh.
Tau2 ada apa saya ngga ngerti tiba2 saya udah ketiduran... cuman sebentaaar...tau-tau...."hoaaaaaa".... Indira menjerit!!! Saya langsung bangun, dan... Ya Allah Indira udah ada di bawah, terbaring di lantai keramik tanpa karpet! ... trus jaraknya lumayan jauh dari kasur, artinya kan dia jatuh karena roll over, ngga sliding dari bed.... kalo sliding masih agak mendingan, tapi ini.... Duhhh....
Malam itu Ibu saya, Oma nya Indira, ngambil sejumput nasi panas lalu dibungkus kain trus ditempelin ke bagian belakang kepala Indira... saya udah ngga tau harus gimana, cuman mastiin aja kainnya cukup tebel dan ngga terlalu panas di kepala Indira. Selebihnya, Indira cuman saya timang2 aja sambil disusuin, sementara dia nangis sesenggukan... sedih banget deh .... saya ngerasa jadi Ibu yang paling buruk di dunia....
Keesokan paginya saya ngga tega ninggalin dia ke kantor.... Saya laporan sama temen2 saya di milis asiforbaby@yahoogroups.com dan saya dikasih artikel oleh Mbak Lina (mamanya Raikhal) tentang penanganan pertama mengatasi bayi jatuh. Telat memang, tapi lumayan, saya jadi tau separah apa kondisi Indira saat itu. Setelah saya cek2 rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Mata Indira ngga juling, pupilnya bergerak mengikuti arah lampu sinar, nggak muntah, nggak pingsan, dll.
Keesokannya saya bawa Indira ke Dokter. Dokter anaknya Indira, dr. Attila Dewanti, SpA memeriksa Indira dengan cekatan. Menurut dokter kalo bayi jatuh, coba di urut tulang punggung nya dari atas ke bawah dengan jari, kalo ada benjolan di sepanjang tulang punggung (sumsum tulang belakang), dikhawatirkan ada cairan otak yang turun. Lakukan ini antara 0 - 3 hari setelah saat jatuhnya. Kalau setelah 3 hari ngga kenapa2, Insya Allah ngga ada yg perlu dikhawatirkan. Kesimpulannya, Indira nggak apa-apa dan sehat wal'afiat. Alhamdulillah.
Saran saya buat yang lain, pelajari cara pertolongan pertama bayi jatuh dari sekarang. Jangan sampai karena panik, kita melakukan hal2 yang kita anggap benar padahal salah dan berakibat fatal (na'udzubillahiminzalik). Apabila ada hal2 yang perlu dikhawatirkan, segera periksakan ke dokter. Memang banyak yang percaya kalo bayi dilindungi malaikat masing2, tapi saya pribadi percaya Tuhan akan menolong kita apabila kita sudah berusaha semaksimal mungkin (dalam hal ini berusaha memberikan yang terbaik dan merawat bayi kita dengan cara yg terbaik).
Hati-hati jangan langsung menggendongnya. Pastikan dulu bagaimana kondisinya!
Usia bayi adalah masa rawan terjadi kecelakaan. Saat ia belajar berguling umpamanya dan orangtua lengah, ia bisa saja terjatuh dari tempat tidur. Untuk itulah manajemen penanganan kasus bayi terjatuh amat diperlukan. Yang pasti, saat si kecil terjatuh, jangan hanya mengkhawatirkan bagian kepala saja, karena semua anggota tubuhnya memiliki risiko yang sama untuk mengalami benturan yang dapat membahayakannya. Berikut penjelasan dr. Anna Tjandra, Sp.A dari RSAB Harapan Kita, Jakarta mengenai manajemen kecelakaan pada anak yang sederhana, yaitu:
Menyaksikan langsung anak terjatuh
- Perhatikan bagian mana dari tubuh anak yang mengalami benturan.
- Ingat proses jatuhnya, apakah langsung menghujam ke lantai atau terbentur sesuatu terlebih dahulu baru ke lantai.
- Pastikan dari ketinggian berapa meter anak terjatuh dan media apa yang menjadi tempat pendaratannya.
- Lihat dan perhatikan baik-baik kondisi si kecil. Apakah setelah jatuh langsung menangis dan menggerak-gerakkan semua anggota badannya? Jika ya, kita bisa langsung menggendong untuk menenangkannya. Setelah ia tenang, baru lakukan observasi.
- Adapun observasi yang perlu dilakukan adalah:
Cari dan ingat bagian-bagian mana saja yang lebam/benjol/memar diseluruh anggota badan bayi. Jika menemukan benjolan di kepala atau memar di badan, boleh diobati dengan obat antitrauma oles. Jika pada bagian kepala tidak ditemukan lebam atau benjol, tapi bayi menangis saat dipegang, larikan segera ia ke rumah sakit terdekat.
Coba gerakkan kedua tangan bayi, ke samping, ke atas, ke bawah, ke depan, lalu rentangkan dan angkat-angkatlah. Jika ada keluhan pastikan di tangan yang mana dan saat dalam posisi seperti apa. Ini sebagai bahan untuk dilaporkan ke dokter.
Lakukan hal yang sama pada kaki.
Tengokkan kepala bayi ke kanan dan ke kiri. Coba dekatkan dagu bayi ke dada secara perlahan. Jika ada keluhan catat sebagai laporan pada dokter.
Miringkan badan si kecil ke kiri dan ke kanan. Jika ada keluhan catat dan laporkan ke dokter.
- Observasi perlu dilakukan selama 2x24 jam. Jika dalam kurun waktu itu ada keluhan, apalagi sampai muntah dengan menyembur, segera larikan ke rumah sakit terdekat.
- Sebaliknya bila setelah jatuh dalam keadaan sadar tapi pasif (apalagi tidak menggerak-gerakkan anggota badannya) jangan mengangkatnya. Hubungi UGD rumah sakit terdekat atau 118 untuk minta pertolongan paramedis. Salah mengangkat dalam kondisi seperti ini dapat berisiko fatal.
Jika menemukan si kecil sudah di lantai
- Perhatikan keadaan bayi; sadar atau tidak, menangis atau tidak, dapat menggerak-gerakkan anggota badan atau tidak. Jika ia tidak sadar atau sadar tapi pasif, ingat jangan menggendongnya, tapi segera minta bantuan paramedis terdekat, UGD atau 118.
- Perhatikan dalam posisi seperti apa si kecil saat ditemukan.
Jika dalam keadaan tengkurap kemungkinan besarnya aman. Tapi kita mesti melakukan pemeriksaan seputar bahu, kedua tangan, dada dan kaki. Caranya gerakkan tangan ke atas, depan, samping. Jika ada keluhan sakit segera bawa ke dokter.
Jika dalam keadaan telentang. Periksa dan perhatikan daerah kepala bagian belakang, leher, punggung, dan panggul, mulai dari tanda lebam atau merah, hingga keluhan sakit saat disentuh dan digerakkan seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan bayi tidak muntah atau mengalami penurunan kesadaran dalam 2x24 jam. Jika ada keluhan segera larikan ke dokter.
Jika bayi ditemukan dalam posisi miring, kanan atau kiri. Perhatikan dan periksa kepala, tangan yang menjadi tumpuan badan, juga kaki. Lakukan pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas. Jika ada keluhan segera larikan ke dokter.
Jika ditemukan dalam posisi duduk. Periksa dan pastikan bayi masih sadar, biasanya menangis, dan mampu menggerakkan anggota badan. Periksa bagian panggulnya, ada tidak tanda memar, merah, atau sakit saat dipegang atau digerakkan. Jika ya segera larikan ke dokter.
Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan
- Dalam posisi apa pun jatuhnya si kecil, jangan lupa melakukan pemeriksaan mata. Baiknya menggunakan senter:
Masih bereaksikah saat kita senter matanya, mengedip, menutup matanya atau kaget. Jika tidak bawa segera anak ke rumah sakit.
Gerakan senter ke kanan dan ke kiri, masih mampukah bayi mengikuti gerakan sinar. Jika tidak ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Perhatikan pupil matanya, apakah pupil mata yang kiri dan kanan sama besar/kecilnya saat kita senter satu per satu. Jika sama kita bisa bernapas lega. Bila tidak, bayi perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut, seperti CT Scan.
- Ukur dan pastikan si kecil jatuh dari ketinggian berapa. Sebab semakin tinggi pastinya gaya gravitasi bumi akan lebih kuat menarik si anak. Tentu efek yang ditimbulkan pun semakin besar.
EFEK POSISI JATUH
Di bawah ini kemungkinan- kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi saat terjatuh. Dengan pengetahuan ini diharapkan orangtua bisa lebih memahami kondisi bayi bila terjatuh dan mampu melakukan pertolongan pertama yang benar:
Jika kepala terlebih dahulu yang membentur lantai
Di sebelah mana pun benturan itu terjadi selama masih di kepala, kita perlu mewaspadainya. Tulang tengkorak bayi masih rapuh dan ia belum memiliki refleks untuk menahan dengan baik. Kemungkinan yang bisa terjadi, bayi mengalami fraktur atau retak/patah tulang tengkorak kepala, atau perdarahan di luar tengkorak atau di dalam tengkorak.
Perdarahan di luar dapat ditandai dengan adanya benjol/memar. Selama tidak ada fraktur, kondisi ini bisa dikatakan tidak parah. Rabalah ubun-ubunnya apakah menjendol atau tidak. Ubun-ubun yang menjendol menjadi tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak yang dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.
Harap diketahui, bila tidak ditemukan benjolan/memar, tapi bayi menangis (atau justru tidak menangis dan langsung tertidur), tidak sadarkan diri, mengalami kejang/muntah- muntah (yang menyembur bukan gumoh), ada kecurigaan bayi mengalami perdarahan di dalam tengkorak kepalanya. Segera larikan ke rumah sakit terdekat.
Jika dada terlebih dahulu yang membentur permukaan
Kalau tempat mendaratnya datar, kemungkinan risiko bayi untuk cedera lebih sedikit. Sebaliknya, tempat mendarat yang tidak mulus atau ada tonjolan yang tepat mengarah ke dadanya dapat mengakibatkan fraktur/parah tulang iga atau rusuk yang patahannya dapat mengenai organ paru-paru atau jantungnya. Untuk itu perhatikan apakah si kecil dapat bernapas secara normal atau tidak.
Umumnya jika bagian dada terlebih dahulu yang "mendarat", secara alami tangan akan membuat perlindungan terlebih dahulu. Karena itu periksa juga kondisi tangan dan bahu bayi. Apakah ada pergelangan tangannya mengalami patah atau adakah sendi yang keluar (dislokasi) dari tempatnya. Periksa juga bagian kepala, khususnya dahi. Biasanya saat mendarat, sekalipun dada terlebih dahulu, kepala langsung menyusul membentur lantai.
Jika panggul terlebih dahulu yang mendarat
Kemungkinan besar bayi akan mengalami dislokasi atau fraktur tulang panggul. Karena panggul berhubungan langsung dengan tulang belakang, dikhawatirkan ada saraf-saraf yang terjepit. Jika yang terjepit saraf kaki biasanya si kecil tidak bisa menggerakkan kakinya alias lumpuh.
Jika yang mendarat kaki terlebih dahulu
Kejadiannya pada tiap bayi bisa berbeda. Jika ia sudah bisa berdiri pasti akan menahan tubuhnya dengan kaki lalu jatuh bersimpuh. Risiko kasus ini adalah dislokasi atau keseleo. Pada bayi di bawah 6 bulan meski belum mampu menahan tubuhnya, secara alami badan bayi akan terjatuh ke depan dan sebelum mendarat tangannya akan menjadi bumper.
Jika yang mendarat bokong duluan
Berbahaya karena kaitannya langsung dengan tulang belakang dan dapat mengakibatkan patah pada tulang punggung bayi. Risiko lain, bila ada saraf yang terjepit bisa mengakibatkan kelumpuhan. Bayi yang ditemukan terjatuh pada posisi seperti ini jangan digendong. Biarkan paramedis yang melakukan pertolongan. Tapi jika si kecil sadar dan bisa aktif kita bisa langsung menggendongnya.
Jika yang mendarat terlebih dahulu punggung
Menjadi bahaya jika saat mendarat posisi leher ikut terlipat/tertekuk karena bisa mengakibatkan keseleo dan fraktur tulang leher. Bila bayi dalam keadaan tidak sadar jangan mencoba mengangkatnya. Langkah yang bisa kita lakukan adalah minta bantuan paramedis di UGD di rumah sakit atau 118.
1. Panci untuk memasak buburnya. Panci nya harus baru supaya steril. Saya pilih panci yang multifungsi, bisa juga digunakan sebagai kukusan.
2. Botol bersendok. Saya pilih yang merk Pigeon, dengan kode botol #5 (PP/Polypropylene). Kapasitasnya 120cc, tidak terlalu besar untuk porsi makan bayi berumur 6 bulan.
3. Saringan/ayakan. Untuk menyaring tepung beras sebelum di olah. Gunanya untuk memastikan tidak ada butiran2 lain selain tepung itu sendiri. Jelasnya boleh klik di sini.
4. Gelas Ukur. Untuk orang yang 'by the book' seperti saya, gelas ukur sangat diperlukan. Untuk urusan dapur, 'mengira'ngira' belum menjadi salah satu skill saya.
Adapun bahan-bahannya adalah sbb:
1. Tepung beras Gasol organik. Saya menggunakan tepung beras merah.
2. Air
3. ASIP (ASI Perah) - Intermezzo: mau botol kaca untuk naroh ASIP di freezer kaya yang dibawah ini? go to www.indirababyshop.multiply.com (promosi)
Cara membuatnya adalah sebagai berikut:
1. Siapkan 300 cc/ml air. Sisihkan 50cc untuk dicampurkan dengan tepung beras agar tidak menggumpal.
2. Sisa air yang 250cc dimasukkan didalam panci. Panaskan dengan api sebentar.
3. Masukkan air beserta tepung beras tadi sebelum mendidih lalu jerang diatas api kecil sampai mendidih. Teruskan aduk hingga mengental.
4. Masukkan ASIP yang telah dihangatkan terlebih dahulu kedalam botol bersendok.
5. Setelah bubur kental dinginkan sebentar hingga suhunya hangat (sama suhunya dengan suhu ASIP yang dihangatkan) lalu masukkan ke dalam botol bersendok yang telah diisi ASIP, lalu aduk perlahan-lahan (agar nutrisi ASI tidak rusak).
Siap dinikmati oleh bayi anda! hehehe....
Oh ya... untuk pertama kali, mungkin ekspresi bayi anda akan seperti ini: