 | Category: | Movies | | Genre: | Classics |
Cara yang sexy untuk belajar sejarah Inggris di akhir-akhir era Middle Age (sebelum era Golden Age yang diawali kepemimpinan Queen Elizabeth I).
Serial ini menceritakan tentang kehidupan seorang Raja Inggris, seorang clan Tudor, King Henry VIII (1491 - 1547). Kehidupannya unik, karena dia adalah satu-satunya Raja Inggris yang memiliki 6 (enam) istri. Dari keenam istrinya dua orang akhirnya dihukum mati dengan dipenggal, dua orang akhirnya diceraikan, satu orang meninggal karena infeksi saat melahirkan.
Keseluruhan serial ini terdiri dari 4 season, dari mulai Henry VIII diangkat sebagai raja di usia sangat muda (usia 19 tahun) sampai kematiannya di usia 56 tahun.
Menarik karena serial ini betul-betul didasarkan pada sejarah, mungkin dengan ditambahkan sedikit fiksi disana-sini pada detail-detailnya. Sama sekali tidak membuat bosan seperti layaknya buku-buku sejarah, dengan penempatan John Rhys Myers yang 'good-looking' sebagai tokoh utama (King Henry VIII), dan pemeran-pemeran perempuan cantik sebagai istri-istrinya, salah satunya Joss Stone, seorang penyanyi rock yang terkenal saat ini.
Hanya satu kekurangannya, ada fakta yang salah diceritakan dalam serial ini, yaitu tentang sahabat raja, Charles Brandon (1st duke of suffolk). Dalam serial ini diceritakan bahwa Charles Brandon menikah diam-diam dengan Margaret Tudor, kakak Raja. Pernikahan ini tidak dikaruniai anak hingga akhirnya Margaret Tudor meninggal karena sakit (tidak dijelaskan detail sakit apa). Lalu Charles Brandon menikah lagi dengan wanita lain. Padahal kenyataannya, Charles Brandon menikah dengan adik Raja Henry VIII, Mary Tudor, dan dikaruniai empat orang anak yang mana salah satunya memberikan cucu yang kelak akan menjadi Ratu Inggris, Jane Grey.
Overall sih semuanya bagus, cukup rapi, kostum dan latar cukup bagus. Saya kasih bintang 4 :)   Baru aja ngebeliin Indira stroller mainan ini di ELC. Sebenernya awalnya agak ragu-ragu untuk ngebeliin mainan ini soalnya Indira ini anaknya cepet bosen sama mainan, dan lagi harganya agak lumayan buat ukuran saya untuk sebuah mainan. Pertama kali Indira tertarik sama mainan ini waktu kita main-main ke ELC Senayan City. Seneng banget dia mainin stroller ini sampai kita terpaksa muka badak diliatin dengan kekinya sama mbak mbak penjaga toko karena lama disana tapi ga beli apa-apa, heuheu.... Akhirnya saya bilang sama Indira, ok nanti Ibu beliin ya nanti kalo Indira ulang tahun. Entah dia ngerti apa ngga yang jelas pas kita bawa Indira keluar dari toko itu dia sempet ngerengek sebel... hihihi....maaf ya nak... Suatu hari, ngga lama kemudian kita main ke pasaraya grande, disana kita ketemu lagi sama si stroller mainan itu. Merknya beda sih, dan harganya sedikit lebih murah dari yang ELC. Ini ga terlewatin dong oleh mata Indira yang jeli, dia pun langsung mainin dan dorong stroller mainan itu seputaran toko. Untungnya di pasaraya grande kan jarang counter2 tertutup, semuanya los aja jadi satu, jadi ngga malu-malu amat, hehehe... Setelah kejadian itu diputuskanlah untuk beli stroller mainan ini padahal ulang tahun Indira masih sekitar 2 bulan lagi... ya sudah lah... ga tega juga ngeliatin dia mupeng setiap liat benda ini.... Kebeneran lagi pulang kampung ke Bandung, trus kita jalan-jalan ke BSM, ehh ternyata ada ELC baru buka disana, diputuskan lah untuk membelinyah...daann... saya ga menyesal sama sekali. Indira keliatan senang sekali dan sampai sekarang ngga bosen-bosen dorongin benda ini kesana kemari... hehehe.... Saya kasih bintang 4 deh, satu bintangnya ditahan dulu soalnya belum nemuin kelemahannya karena masih baru :). Keidean untuk ngasih kado ultah anak perempuan? atau ngasih keponakan? saya rekomendasi barang ini deh... Jelas nya bisa klik disini: http://www.elc.co.uk/toy/my-first-stroller-pink-1/  Udah lama ga posting... tau-tau malah masukkin review... Sejak sibuk dengan Indira Baby Shop, acocunt multiply saya yang satu ini jadi agak-agak kurang terawat deh, hehehe... Anyways, ga akan panjang-panjang, saya mau rekomendasi produk ini: Mothercare Little Softie Liquid Talc. Sejak sebelum Indira lahir, saya sudah banyak membaca tentang berbahayanya penggunaan bedak bubuk untuk bayi apalagi jika dipergunakan di area sekitar kelamin dan di area wajah. Untuk di area sekitar kelamin, bedak bubuk dapat menumpuk dan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Untuk di area wajah, bedak bubuk dapat menyebabkan gangguan pernafasan bagi bayi. Untuk amannya, sebaiknya bedak bubuk (Talcum Powder) memang tidak usah dipergunakan. Alhasil, setelah Indira lahir, saya tidak pernah sekalipun mempergunakan bedak bubuk. Untuk daerah kelamin atau area yang tertutupi popok, untuk mencegah timbulnya ruam-ruam saya cukup mempergunakan diaper rash cream. Wajah dan bagian tubuh lainnya sama sekali tidak saya berikan bedak. Memasuki umur 7-8 bulan Indira sudah mulai banyak aktivitas nya, dengan sendirinya keringatnya pun sudah mulai banyak, apalagi rambutnya juga cukup tebal. Mulailah muncul yang namanya biang keringat. Leher dan pundak Indira dipenuhi bentol-bentol merah biang keringat. Dokter tetap melarang Indira mempergunakan bedak bubuk, beliau menyarankan untuk menggunakan bedak cair saja. Berangkat dari situ deh, saya akhirnya memilih produk ini. Hanya dalam beberapa hari saja, biang keringat Indira mulai menghilang, dan sampai tidak ada bekasnya sama sekali. Wanginya juga enak, saya ngga bosan2nya mencium Indira kalau sudah memakai bedak ini. Apalagi bedak ini dingin dan cepat kering, membuat Indira juga merasa nyaman. Bebas dari biang keringat, wangi, dan nyaman. Untuk harganya mungkin sedikit lebih mahal dibandingkan produk sejenisnya, tapi awet. Saya pakai yang ukuran 125ml, cukup untuk 2-3 bulan pemakaian. Like this stuff! Saya kasih bintang 5 deh!   Baru aja beli baju ini dari Mbak Tria (triayusa.multiply.com). Menyenangkan sekali beli baju ini. Ini adalah baju menyusui. Kemarin saya pakai baju ini jalan-jalan, dan hebat, saya sama sekali ngga memerlukan nursing apron! Indira pun ngga lagi kepanasan karena menyusui ditutupi oleh nursing apron. Gampang sekali, tinggal buka dan lep, Indira pun menyusui dengan lahapnya. Yang lebih bagus lagi, modelnya bagus, ngga seperti baju2 menyusui kebanyakan, dan warnanya hitam, membuat diriku tampak lebih langsing, huehehe... Bahannya juga enak sekali, ngga panas, dan stretch. Sukaaa banget. Saya akan beli lagi kalo ada produk baru :). Mau juga? Klik aja kesini: http://triayusa.multiply.com/photos/album/21/Baju_Menyusui_Milkyway  Suatu weekend, kami sekeluarga main ke Pacific Place. Pas lagi ke Mothercare, tiba2 terciumlah bau yang tidak mengenakkan ituh. Yup, Indira poopie... hehehe... Udah kepikiran harus jauh deh nih kayanya perjalanan ke baby changing room... Eh ternyata di outlet mothercare ada loh nursery room / baby changing room. Keren, ngga perlu jauh2 lagi nyari baby changing room. Masuk lah kita kesana.
Kesan pertama: Bagus, Bersih dan Wangi! Kesan bersih dominan mungkin karena ruangan yang di cat dengan warna putih bersih. Lengkap juga fasilitas nya. Ada washtafel lengkap dengan sabun dan tissue, changing table yang dilengkapi dengan mattrass, tempat sampah, tray majalah, tampat duduk nyaman untuk menyusui.
Bagus sekali. Ruangannya tidak terlalu besar, tapi cukup untuk sebuah baby changing room/nursery room di suatu outlet. Salut!
Foto: Indira dengan Oma, setelah diganti popoknya.   Jalan-jalan bareng Indira, Bapak dan Oma ke Grand Indonesia. Nyari-nyari Nursery Room nya ngga ada yang tau. Terpaksa ke bagian informasi yang jauhnya setengah mati, eehh pas di bagian informasi dikasih tau kalo nursery roomnya di arah yang udah kita lewatin tadi (bulak balik dong... ergghh). Balik lah kita ke arah yang di maksud. Katanya sih nursery room nya ada di setiap lantai, tapi berhubung kita mau sekalian sholat dan musholla nya ada di lower ground, diputuskan lah cari nursery room di lower ground. Nyampe di lower ground, ngga nemu-nemu tuh nursery room nya, yang ada cuman baby changing room. Pikir-pikir, ohh mungkin nursery room nya di dalem baby changing room. Di bukalah pintu si baby changing room, dan ini lah yang tampak: Baby changing table koala, washtafel, satu tempat sampah, dan satu bangku kecil. SATU BANGKU KECIL! Menyusui di satu bangku kecil?!!! Mppphhh!!! ya sudah lah dari pada ngga ada... :P   Jalan-jalan ke Senayan City waktu ada acara talkshow Pekan ASI Sedunia yang saya tulis disini: http://silumpit.multiply.com/photos/album/61/Pekan_ASI_Sedunia_-_Senayan_City_-_Aug_9_2008Anyhooo, cari-cari dong nursery room nya, ternyata ada di Lt. 4, tepat disebelah Kiddy Cuts. Fasilitas nya lumayan lengkap: Ber AC, ada changing table, washtafel, tempat sampah, dan dua kursi goyang untuk menyusui. Tempatnya bagus mengingat nursery room ini disponsori oleh mothercare. Hanya sayang, ruangannya agak sempit, dan hanya ada satu. Di satu-satunya nursery room itu, kursi menyusui nya hanya 2 buah. Alhasil saya harus ngantri dong untuk menyusui doang. Nyaman karena kursinya kursi goyang, Indira sampe ketiduran pas lagi nyusu, hehehe... Better jangan lupa kalo ketempat ini bawa bantal kecil, soalnya arm rest kursi goyang nya bisa agak mengganggu. Gw kasih bintang 4 soalnya ruangannya kurang luas dan kursi menyusui nya kurang banyak, hehe.... PS: Sorry kursi goyang untuk menyusuinya ngga difoto, soalnya waktu itu ada ibu-ibu yang lagi menyusui, jadi saya foto changing tablenya aja.   Pertama kali saya dikasih barang ini, Diaper Rash Cream dari Baby Sebamed, saya masih hamil 7 bulan. Yang ngasih temen kuliah saya, Nenny Permanasari. Pas dikasih ngga ngeh, buat apa sih cream ginian? Ternyata, cream ini penting sekali ibu-ibu! Bayi yang menggunakan disposable diaper cenderung akan mengalami ruam-ruam (rash) pada area kulit yang ditutupi diaper. Cream ini berfungsi untuk mencegah dan mengobati ruam popok. Dipakai setiap mengganti diaper, dan alhamdulillah, sejak lahir, sampai dengan sekarang, Indira (5month 3weeks) ngga pernah sekali pun kena ruam popok. Pernah sih sekali merah2, gara2 cream ini ketinggalan di rumah. Tapi besoknya, setelah cream ini diolesi lagi, hilang sudah merah2 nya.. Seperti kata teman saya "cream ini bekerja seperti penghapus pinsil". Yup, cream ini seperti penghapus pinsil. Ruam popok? Hapus aja pake cream ini, hehe... Link resmi: http://www.sebamed.com/index.php?id=2440&L=1  Sejak cuti hamil saya selesai, dan saya kembali ke Jakarta, Indira mulai check up dengan DSA (Dokter Spesialis Anak) Dr Atilla Dewanti di Brawijaya Women & Children Hospital. Check up pertama kali dimulai pada saat Indira berumur 4 bulan 4 hari, tepatnya tanggal 9 Juli 2008. Berhubung antriannya lumayan panjang, saya beberapa kali bolak-balik nursery room/baby changing room nya.
Untungnya nursery roomnya lumayan nyaman. Ada dua kursi untuk menyusui, dishpenser air merangkap sterilizer, ber-AC, rak tempat menyimpan peralatan kosmetik bayi, rak tempat menyimpan peralatan mengganti popok, dan satu changing table yang kalau diangkat bisa dijadikan bak mandi bayi. Penampilannya menarik, mengingat nursery room ini disponsori oleh Zwitsal.
Untuk menyusui lumayan nyaman, karena meskipun antrian Dr Atilla sedemikan banyaknya, tapi kursi menyusui nya hampir selalu available. Agak mengherankan juga sih sampe saya berfikir hanya saya yang menyusui di tempat itu. Tapi bagaimanapun ini menguntungkan buat saya, jadi saya ngga perlu mengantri untuk menyusui, hehe... Yang saya sayangkan tidak ada washtafel khusus di ruangan ini untuk mencuci tangan. Kalau mencuci tangan harus ke toilet yang kebetulan ada di sebelah ruangan ini. Yah, gak apa-apa lah dari pada ngga ada sama sekali.
Sementara untuk mengganti popok, karena tidak ada washtafel, saya akhirnya membersihkan Indira dengan air dari dishpenser. Sayang sekali rak untuk menyimpan peralatan mengganti popok hanya diisi oleh satu keller kapas basah yang kayanya sudah lama ngga diganti, ngga masalah saya bawa kapas sendiri, tapi ngeri aja kalo sampe kapas itu menghasilkan jamur, kan jadi ngga higienis lagi ruangan itu.
Sementara, rak untuk menyimpan alat kosmetik bayi sepertinya agak terlalu besar untuk hanya diisi satu botol bedak bayi zwitsal besar dan diaper cream Zwitsal, dan satu botol bedak Pigeon??? What a waste... Tapi masih lumayan lah daripada di tempat lain, ngga ada sama sekali.
Overall, saya ingin memberikan bintang 5, tapi karena ga ada washtafel saya turunin jadi 4... tapi liat kapas basah yang ga pernah diganti itu, saya turunin jadi 3. Sayang sekali ya....   Ini review pertama saya tentang nursery room. Meski ini bukan pertama kalinya saya menggunakan nursery room, tapi baru di sini saya punya fotonya, makanya saya buat reviewnya, hehehe... Ceritanya kira2 dua minggu yang lalu saya ajak Indira dan Oma nya ke kantor suami saya, Okis. Hari itu hari Sabtu dan kebeneran Okis sedang lembur di kantornya. Bosan di rumah melulu. Sesampainya di kantor Okis, pas kebetulan dia udah hampir beres kerja. Hari masih sore, muncul ide untuk mengunjungi salah satu mall yang letaknya tepat di seberang kantor Okis, FX Plaza.
FX Plaza ini masih sodaraan sama EX Plaza yang udah kita kenal itu loh!. Ternyata mall nya betul2 masih baru sehingga belum banyak counter yang buka, kebanyakan masih dalam proses pengerjaan. Ada satu yang menarik, di mall itu ada wahana yang disebut "at most fear", yaitu semacam perusutan yang dimulai dari lantai 7 sampai ke lantai dasar.
Anyway, back to our topic, setelah asik berwara-wiri di mall, waktunya menyusui datang. Bermodal list peta nursery room yang pernah saya buat, saya langsung cabut ke Lt 4. Nursery room nya digabung di dalam "Baby Changing Room". Baby Changing Room nya berdekatan dengan Mushola dan toilet. Diluarnya ada juga bangku panjang untuk yang nunggu (e.g Bapak-bapak). Masuk ke changing room, fasilitas nya lumayan lengkap. Ada changing table yang cukup untuk kira2 dua bayi, ada bangku panjang untuk menyusui yang kira2 cukup untuk 4 orang, washtafel lengkap dengan sabun cairnya, satu gulung besar toilet tissue dan satu tempat sampah besar. Menyenangkan sih dengan lighting nya yang bagus dan ruangannya yang luas. Yang agak mengganggu adalah AC nya sepertinya kurang dingin, jadi saya terus menerus berkeringat di dalam. Mungkin takut bayinya kedinginan kali ya, jadi AC nya di setting rendah.Selain itu kayanya ngga penting ada speaker musik di ruang menyusui ya? Hmm mungkin maksudnya biar Ibu-ibu bisa lebih rileks saat menyusui, tapi kayanya volumenya agak terlalu kencang buat Indira sehingga saat menyusui Indira ngga henti-hentinya ke-distract karena suara musik nya yang kencang.
Saya cuman bisa kasih Bintang 4 deh.   Senang rasanya menggunakan bra ini. Tentu saja bra ini di desain khusus untuk wanita yang menyusui seperti saya. Bra ini memiliki support yang sangat bagus sehingga tidak membuat PD (payudara) jatuh karena gravitasi dan massa nya yang lumayan berat karena berisi ASI. Soal kenyamanan juga tdk diragukan deh, saya merasa seperti tidak menggunakan bra sama sekali. Bahannya lembut, elastis, dan sangat menyerap. Harga aslinya EUR 22.95 atau disini dijual dengan harga Rp340.000. Cukup mahal ya? Tapi saya membelinya dengan harga miring, Yay!!. Saya beli di 'Branded Fashion Bazaar' di Citiwalk@Citiloft Sudirman. Bazaar nya berlangsung dari tanggal 16 - 25 Juli 2008, yup, hari ini terakhir! Dan kalo punya HSBC credit card, harganya akan di discount lagi! Senangnya. Hari ini saya mau kesana lagi, kayanya saya akan beli lagi deh... hehehe... women's secret, here I come....   Ini posting yang lagi-lagi rada basi. Namun seperti orang bijak bilang, "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali" bukan?
Review saya kali ini mengenai sebentuk kue hasil produksi dari Kotak Kue (www.kotakkue.com) yang didirikan oleh Ida, sang pembuat kue.
Pada tanggal 16 December 2007 lalu, saya mendapat undangan makan siang dari salah seorang teman yang baru saja melangsungkan pernikahan. Acara makan siang diadakan di rumahnya di Jl. Bangka, Kemang. Seperti biasanya, setiap kali saya menerima undangan makan, house-warming, atau sekedar kumpul2 bareng yang dilakukan di rumah, saya selalu menyempatkan memesan sesuatu, biasanya makanan, untuk saya bawa ke acara tersebut. Kali ini muncullah ide saya untuk memesan kue LUMPUR KEJU buatan Ida yang mana saya sendiri belum tau seperti apa rasanya. Berbekal rasa penasaran akan kue tersebut, saya pesan kue tersebut sebanyak 30 biji saja, agak lebih banyak dari jumlah orang yang akan hadir dalam undangan tersebut. Gambling juga sebenarnya, karena meski saya sudah melihat wujud kue tersebut melalui foto, tapi saya takut ukuran dan rasa kue tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Mengenai ukuran, saya takut kalau kekecilan, setiap orang makan lebih dari satu sehingga kue yang saya bawa tidak cukup untuk semua orang. Kalau kebesaran, saya takut orang jadi terlalu kekenyangan makan kue ini sehingga makanan utama yang disuguhkan tuan rumah menjadi tidak termakan. Berhubung kue ini rasanya asin-asin gurih, saya berniat untuk suggest kepada tuan rumah agar menyuguhkan kue ini sebagai appetizer, sebelum hidangan utama disediakan.
Hari H pagi, saya berangkat ke rumah Ida di kawasan Menteng untuk mengambil kue lumpur keju yang sudah saya pesan beberapa hari sebelumnya. Sampai disana saya dan suami disambut oleh Ida, Agung (sang suami), dan Rafi, bayi mereka yang lucu dan supel. "Someah" kalo orang sunda bilang. Kami langsung disuguhi kue lumpur keju dan fruit pie tester sebagai percobaan, maklum, kami adalah pelanggan baru mereka. Ternyata begitu melihat wujud asli kue lumpur keju yang disuguhkan, saya langsung senang, ternyata ukurannya cocok dengan harapan saya. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. PAS. Saya cicipi kue tersbut, hmmm.... rasanya gurih-gurih dan aroma dan rasa keju nya terasa. Cheesy! Sekali lagi, sesuai dengan ekspektasi saya, PAS. Habis satu kue lumpur keju saya lahap, saya merasa cukup kenyang, meski tidak terlalu kenyang. PAS!
Dengan puas hati, setelah berpamitan kepada pasangan Ida-Agung dan bayi rafi, saya bawa kue pesanan saya pulang.
Tepat jam makan siang, kami sampai di rumah teman kami dan acara jamuan makan siang pun dimulai. Sayang sekali ternyata banyak yang tidak bisa hadir di jamuan makan siang tersebut, sehingga sepertinya kue lumpur keju yang kami bawa agak terlalu banyak. Meski demikian, setiap tamu yang mencicipi kue lumpur keju merasa puas dan saya pun senang :D.
Tidak diragukan lagi, ini akan menjadi pesanan pertama saya diantara banyak lagi pesanan yang akan saya lakukan di kemudian hari untuk Kotak Kue.
Sukses terus buat Kotak Kue!
Note: Gambar diambil dari http://kotakkue.com/content/view/13/28/   Menyenangkan sekali memakai body splash ini. Saya dapat gratis, dikasih kakak ipar saya yang bekerja di Amerika dan baru-baru ini pulang ke Indonesia untuk liburan. Wanginya segar, seperti campuran antara aroma buah-buahan dan sari bunga. Mungkin karena itu body splash ini dinamakan "Love Spell", Mantra Cinta. Mungkin wanginya bisa menjadi mantra cinta buat laki-laki yang menciumnya. Saya sendiri sih belum pernah bereksperimen ya, soalnya biasanya saya pakai hanya untuk memperbaiki mood saya. Oh iya, percaya atau nggak, mood saya sangat dipengaruhi oleh aroma dan wewangian.
Tapi sayang, itu hanya berlaku sebelum saya hamil. Setelah saya hamil, jangankan bebauan yang tidak enak, wewangian body splash yang menyegarkan ini cukup untuk membuat saya mual. Sayang sekali, body splash ini terpaksa cuti untuk sementara waktu sampai pregnancy sickness saya hilang.   | Category: | Movies | | Genre: | Science Fiction & Fantasy |
I'm sorry, I can only give 3 (three) stars for this movie. On previous Harry Potter movies, even though I have read all the novels, I wasn't really dissapointed to watch the movie. Okay I little bit dissapointed to watch the 1st and the 2nd films as they were not really as I imagined when I read the novels. But when the third film played in theatre, Prisoner of Azkaban, I was started to get impressed by the film. The film more representing the imagination that people had when they read the novel. Also the 4th film, Goblet of Fire, I satisfied with the film. Unfortunately, this time, the fifth one, The Order of The Phoenix, has dissapointed me again. I was hoping that the film was going to be fantastic as the novel. Unfortunately I found out that the film is too 'drama', it didn't represent my imagination when I read the novel. I know the novel was too long to be applied in only two and a half hours of movie, but it's so sad that the film director cut most of the important information of the film. I bet anyone who watched the movie but haven't read the book must get no pleasure at all.   I was taken care at Brawijaya Women and Children Hospital for nearly 3 days on early July 2007. I had infection in my digestive system which had caused real bad diarhea. Anyways, I really recommend this hospital. This is the first time I've ever check myself to this hospital and I can say that it is the best hospital I've ever known in Jakarta. The nurses are nice and professional, and I guess they are the best on their own field. The doctors are warm, nice and communicative. The hospital is not only clean, it is also decorated with artistic touch which will make you feel comfortable and make you forget that you are in a hospital. The food are delicious and the cook ask the patient from time to time if they like the food. I don't recommend you to be ill, but if you ever ill and had to stay in a hospital, check your self to this hospital, Brawijaya Women and Children Hospital, Jl. Taman Brawijaya No. 1, Cipete, Jakarta Selatan. Phone: 021-7211337. Fax 021-7211364. It is under ColumbiaAsia holding company. For more info, click to their official site: www.brawijayahospital.com This hospital is only for women and children. But if you are men and need to be taken care in hospital and you really want to stay in this hospital, don't worry, you still can stay here, as long as you book for VIP room which cost about 800-900K rupiahs per night. To see the full pictures, click here: http://silumpit.multiply.com/photos/album/39PS: The room in the pictures is the first class room which cost 500K per night.   I bought this shoes from online multiply store called "Kandang Sapi Buntal" about 1 month ago. I haven't bought any flat shoes for more then a year. Actually I'm not really into flat shoes due to my short figure, but somehow, all of the sudden I felt like wanna try out another flat shoes, so I picked this greenie brown shoes.
I didn't really expect too much from the shoes as they were not really costly compare to other similar shoes in the market. I odered it, I made the payment transfer on the same night. Voila! The shoes arrived at my place on the next day before mid-day. I thought, wow, so cool, less then 24 hours...
Okay, then I tried out the shoes, very comfortable. The next working day I wore the shoes to the office. No complaints at all, it was so comfortable.
Not long after, I found out that I was pregnant, and the doctor recommend me not to wear heels. Hmm.. such a coincidence, I just bought myself a flat shoes. Now, I wear that shoes almost every day, and I've ordered another one from the same supplier. Thanks, Kandang Sapi Buntal, Thanks Okky...
Wanna visit Kandang Sapi Buntal? Click here: http://dianepalma.multiply.com/   | Category: | Movies | | Genre: | Science Fiction & Fantasy |
After being ill for almost a week and had to stay in the hospital for nearly 3 days, finally I can get the opportunity to catch up this film in the theatre. Usually I don't really into this kinda' movies, you know, robot and stuffs. But the Spielberg name as the producer and Michael Bay as the director of the movie, quite brought a big curiosity into my mind. I always love Spielberg's movie when he act as Director, and this time, he's acting as producer? I really wanna know what this movie were gonna like.
I didn't feel that I waste my time and money to watch this movie. This movie worth every penny! It's the best movie I've ever watch this whole year. The animation is very smooth, the robots looks real. The story is very deep yet touching. The cast are awesome, specially Shia LaBeouf as Sam Witwicky.
The film is about two race of robots, the Autobots and the evil Decepticons who had been in the war for centuries. When the clue of the ultimate power of Decepticons was somehow dropped into the hand of a teenage boy Sam Witwicky, the battle between the two race had to come to the earth. Sam Witwicky has changed from an average teenager to the mankind's last chance for survival. He found himself in a tug of war between Autobots and the evil Decepticons.
There are some special characters beside Sam Witwicky that impressed me so much. It is the Optimus Prime, the leader of Autobots. He's wise and a very kind robot. He will do anything but to hurt the human race. He think that human race is a weak race, young, and still need to learn a lot. He even dare to sacrifice the other member of autobots, Bumblebee, just to leave the human race not to be hurt.
About Bumblebee, I also love this character a lot. He's a member of autobots who was sent earlier then the other robots to protect Sam Witwicky. He transformed into an old camaro car which finally bought by Sam's father as a gift for his son, Sam. Bumblebee was described as a sensitive robot who can not talk, but have kind of funny sense of humour. He only can express his feeling through the radio, through the announcer words, or songs.
I don't mind to watch this movie over and over again... :)   Ini adalah makanan yang paling enak dimakan kalo lagi stress.
Gampang banget, beli yogurt botolan, enaknya sih merk Queen, trus tuangin ke mangkok. Rasanya boleh apa aja. Yang di foto gw pake rasa strawberry. Abis itu, masukkin potongan-potongan strawberry, dan apel hijau. Potongan-potongan buah lainnya juga boleh, asal sesuai ama rasa yogurtnya. Lebih aman kalo rasa yougurtnya plain, bisa nyampur kemana-mana.
Udah itu masukkin potongan-potongan keju. Bagusnya sih diparut, tapi berhubung gw males, so ya gw potong2 aja. Udah itu tuangin syrup buat rasa manisnya, kalo ngga bakalan asam banget. Ga pake juga ga papa, sesuai selera lah. Gw pake syrup Marjan Bourdoun. Trus tambahin whipped cream, bisa dibeli di supermarket, harganya antara 35-50 ribu per botolnya.
Penampilannya boleh jadi ga terlalu menarik, tapi yang pastinya enak banget dan dijamin stress jadi ilang. Palingan cuman stress nurunin berat badan seudahnya makan ini, hehehehe....
  | Category: | Movies | | Genre: | Romantic Comedy |
Last Monday I watched this movie with Ario, Saskia, Puri, Lia, and Yossie. Unfortunately I had to miss the beginning part of the movie... for about 15 minutes... as I couldn't leave a meeting with a client earlier. So sad.. But still, I could give four star for the movie.
Alex Fletcher (Hugh Grant), a former member of POP boyband in the 80s, had a chance to meet a newly diva star, Cora, who was one of his fans back in the 80s. Cora's asking him to write a hit for her, was a very fortunate chance which was too good to be missed as he has been singing in an amusement park to earn a living. Although he had once released his solo album, but the album has not been having a quite good selling. It was quite depressing for Alex to write the hit for Cora as he has not written any songs for long time. Or probably he hasn't wrote any single song?.. hmm I'm not really sure about it (I missed the beginning part of the movie, remember?). Well, it should be either one of them.
Anyway, this Alex Fletcher happened to meet Sophie Fisher (Drew Barrymore) and invited her to join him writing this hit. This has forced them to spend most time together and heated the chemistry between them.
I'm not going to tell the whole story as it would ruined your interest to watch this movie. All I can say is that this movie is worth to watch especially for you who work in the music industry. Even if you don't, it is still worth to watch, the film is quite dramatic and touching. The hit that this Alex Fletcher-Sophie Fisher couple composed in the movie has became the original soundtrack of the movie, "Way Back Into Love", is a good song with beautiful lyric. You don't believe me? Check out the lyric:
WAY BACK INTO LOVE By Hugh Grant and Haley Bennett
I’ve been living with a shadow over head I’ve been sleeping with a cloud above my bed I’ve been lonely for so long Trapped in the past I just can’t seem to move on
I’ve been hiding all my hopes and dreams away Just in case I ever need them again some day I’ve been setting aside time To clear a little space in the corners of my mind
All I want to do is find a way back into love I can’t make it through without a way back in to love Oh oh oh ohhh
I’ve been watching but the stars refuse to shine I’ve been searching but I just don’t see the sign I know that it’s out there There's got to be something from my soul somewhere
I’ve been looking for someone to share some light Not somebody just to get me through the night I could use some direction And I’m open to your suggestions
All I want to do is find a way back into love I can’t back it through without a way back into love And if I open my heart again I guess I’m hoping you’ll be there for me in the end
There are moments when I don’t know if it’s real Or if anybody feels the way I feel I need inspiration Not just another negotiation
All I want to do is fine a way back into love I can’t make it through without a way back into love Well if I open my heart to you I’m hoping you’ll show me what to do And if you help me to start again You know that I'll be there for you in the end
Beautiful lyrics, right? Oh yeah, in case this information is important for you, this movie has a happy ending. So, don't think twice, go to theatres near you, and enjoy the movie.   | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Rio Haminoto |
Instead of posting my review, I'd rather to post my conversation directly with the author via e-mail. ____________________________________________________________ From: Rio Haminoto Sent: 10:25 AM To: Hayatunisma, Fitri; Subject: FW: Please come to Kinokuniya-Plaza Senayan, Kamis, 22 Feb 2007, Jam 6.00 sore. Kionelle ; The Avenue to Northern Ireland.Soundtrack Performance by FE (Jingga), Svendpri, Pongky Prasetyo
____________________________________________________________
From: Hayatunisma, Fitri Sent: 10:37 AM To: Rio Haminoto
Thank you for the invitation, I have read the book, and I like it
Regards, Fitri Hayatunisma
____________________________________________________________
From: Rio Haminoto Sent: 11:01 To: Hayatunisma, Fitri
thank you mbak fitri ... and may I ask why do you like it? :) rio ____________________________________________________________
From: Hayatunisma, Fitri Sent: 11:40 AM To: Rio Haminoto
Well, instead of the fact that the book is packaged beautifully, with really interesting cover page, look-expensive papers, and a lot of photos taken by professional photographers and the fact that this book is equipped by a soundtrack CD which contained 9 (nine) songs which representing each mood of the story, I like it because I just couldn’t stop reading, in the bus, in taxi, during lunch hour, before getting to bed. It has taken me away from my real life. The pictures are not too many to ruin my own imagination nor too few to cover the lack of details in some parts. Not to mention a lot of information that I get regarding the IRA, this is good off course. Will there be any sequel of the book?
As I recall, there are no conversation in Bahasa Indonesia. I wonder is it because you want all the conversation in English, or is it purely because this Kionelle only made conversation in English, or Kionelle doesn’t know how to speak in Bahasa? Just curious
Cheers, Fitri ____________________________________________________________
From: Rio Haminoto Sent: 11:53 To: Hayatunisma, Fitri
well ... kionelle does speak in Bahasa ... just happend that all coversations captured in the story are in english ... maybe in the future ... supposedly he speaks with indonesian ... indeed, he will speak in bahasa ... Christo Nikolau .. the cast, the kionelle ... will be there ... reading quotes .... if you come tomorrow ... I'll make sure to introduce you to a man who has been in your mind ... while you were in taxi, bus, lunch, and when you were getting in bed :)) I am so glad that you do like it ! Sequel of Kionelle? well ... I am not so sure of that ... I am working on other story now ... something more ... seductive indeed ... Are you coming? rio ____________________________________________________________
From: Hayatunisma, Fitri Sent: 11:57 To: 'Rio Haminoto'
I’ll try my best to come.
Thanks again
Cheers, Fitri ____________________________________________________________

| |